Kamis, 03 April 2025
JurnalinvestigasiMabes.com
Aceh Barat – Kuburan massal korban Tsunami tahun 2004 yang terletak di Desa Suak Indrapuri, Kabupaten Aceh Barat kini kondisinya memprihatinkan akibat kurangnya perawatan. Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah, terutama Bupati dan Ketua DPRK Aceh Barat, dapat memberikan perhatian lebih terhadap situs bersejarah ini.
Salah seorang pemuda Desa Suak Indrapuri, (Syafrianto).
mengungkapkan bahwa kami selama ini ada secara sukarela telah melakukan pembersihan area kuburan massal. Namun, keterbatasan anggaran dana pribadi menjadi kendala utama dalam menjaga kebersihan dan perawatan area pemakaman tersebut.
"Kami selalu melakukan pembersihan secara sukarela, tetapi karena keterbatasan dana, banyak hal yang tidak bisa kami lakukan secara maksimal. Jika ada dukungan anggaran dari Bupati dan Ketua DPRK Aceh Barat, tentu kami akan lebih semangat," ujarnya.
Sementara itu, beberapa foto dan video yang diabadikan oleh para penziarah menunjukkan kondisi kuburan massal yang semakin tidak terawat. Rumput liar dan semak belukar tumbuh di sekitar area, dinding berlumut, serta cat yang mulai mengelupas.
Masyarakat berharap agar pemerintah Kabupaten Aceh Barat lebih peduli terhadap situs ini, mengingat kuburan massal tersebut adalah bukti nyata tragedi Tsunami tahun 2004 yang menelan banyak korban jiwa di Aceh Barat. "Ini adalah bagian dari sejarah yang seharusnya dijaga agar generasi mendatang bisa mengingat peristiwa kelam yang pernah terjadi," ujar, Syafrianto.
Diharapkan, adanya perhatian dari pemerintah dapat membantu dalam perawatan dan pemeliharaan situs ini agar tetap layak sebagai tempat penghormatan bagi para korban Tsunami tahun 2004,'tutupNyan.
# Tsunami tahun 2004
# Kuburan massal
# Desa Suak Indrapuri
# Bupati Aceh Barat
# DPRK Aceh Barat
# Camat Johan pahlawan
# Tim Jurnal investigasi mabes